Perbedaan Banmal dan Jondaetmal serta Kapan Memakainya
Bayangkan satu ruangan berisi dua orang. Yang pertama teman sekelasmu, seusia, sudah saling kenal setahun. Yang kedua dosennya, baru masuk. Kamu harus menyapa keduanya dalam sepuluh detik. Kepada teman: 안녕 (annyeong). Kepada dosen: 안녕하세요 (annyeonghaseyo). Sejauh ini mudah, karena dua kalimat itu memang dihafal semua pemula.
Sekarang naikkan taruhannya. Dosen itu bertanya apakah kamu sudah makan. Kamu ingin menjawab “sudah, saya makan di kantin”. Teman di sebelahmu menanyakan hal yang sama. Dua jawaban itu tidak boleh berbentuk sama, dan bedanya bukan cuma menambahkan 요 di belakang.
Di sinilah pembagian populer “formal versus informal” mulai gagal menolong.
Kenapa dua kutub tidak cukup
Kebanyakan penjelasan berbahasa Indonesia membelah bahasa Korea jadi dua: jondaetmal (존댓말) untuk sopan, banmal (반말) untuk santai. Pembagian itu benar sebagai peta kasar, tetapi menyembunyikan hal penting, yaitu bahwa jondaetmal sendiri terbagi lagi.
Wikipedia mencatat tujuh tingkat tutur dalam bahasa Korea. Tiga di antaranya praktis sudah mati: hasoseo-che yang dulu dipakai untuk raja dan kini hanya muncul di drama sejarah, lalu hao-che dan hage-che yang sudah jarang terdengar. Yang tersisa hidup ada empat, dan empat inilah yang perlu dikuasai.
| Tingkat | Nama Korea | Bentuk 하다 | Dipakai untuk |
|---|---|---|---|
| Sopan resmi | 하십시오체 (hasipsio-che) | 합니다 (hamnida) | Pidato, siaran, layanan pelanggan, atasan, orang asing dalam situasi resmi |
| Sopan santai | 해요체 (haeyo-che) | 해요 (haeyo) | Percakapan sehari-hari dengan orang asing, rekan kerja, orang yang lebih tua |
| Netral tulis | 해라체 (haera-che) | 한다 (handa) | Buku pelajaran, koran, tulisan tanpa sasaran pembaca tertentu |
| Akrab | 해체 (hae-che) | 해 (hae) | Teman dekat, saudara, orang yang lebih muda |
Dua baris tengah itulah yang biasanya hilang dari penjelasan dua kutub. Padahal haeyo-che adalah bentuk yang paling sering dipakai orang Korea sehari-hari, dan haera-che adalah bentuk yang akan kamu temui di hampir semua buku pelajaran serta berita yang kamu baca untuk latihan.
Istilah banmal sendiri, dalam pemakaian sehari-hari, menunjuk terutama ke hae-che. Cakap merangkumnya sebagai gaya untuk situasi nonformal dan hubungan akrab, dan menegaskan satu hal yang sering dilupakan pembelajar: izin sebaiknya diminta sebelum beralih ke banmal, karena pemakaian yang keliru terbaca sebagai tidak hormat.
Akhiran per tingkat, per jenis kalimat
Perbedaan antartingkat terletak pada akhiran kata kerja, dan akhiran itu berubah lagi tergantung jenis kalimatnya. Tabel berikut memakai kata kerja 하다 (hada, melakukan) dan 가다 (gada, pergi) sebagai contoh.
| Jenis kalimat | Hasipsio-che | Haeyo-che | Hae-che |
|---|---|---|---|
| Berita | 합니다 / 갑니다 | 해요 / 가요 | 해 / 가 |
| Tanya | 합니까? / 갑니까? | 해요? / 가요? | 해? / 가? |
| Perintah | 하십시오 / 가십시오 | 하세요 / 가세요 | 해 / 가 |
Perhatikan kolom terakhir. Pada hae-che, ketiga jenis kalimat memakai bentuk yang sama persis, dan yang membedakannya hanya intonasi. Ini kabar baik bagi pemula yang ingin cepat bisa berbicara dengan teman sebaya, dan kabar buruk bagi yang belajar dari drama saja, karena telinga jadi terbiasa pada bentuk yang paling sempit pemakaiannya.
Lima pasangan kalimat untuk merasakan jaraknya:
- 감사합니다 (gamsahamnida) / 고마워 (gomawo)Terima kasih. (resmi / akrab)
- 어디에 가세요? (eodie gaseyo?) / 어디 가? (eodi ga?)Mau ke mana?
- 밥 먹었어요? (bap meogeosseoyo?) / 밥 먹었어? (bap meogeosseo?)Sudah makan?
- 이름이 뭐예요? (ireumi mwoyeyo?) / 이름이 뭐야? (ireumi mwoya?)Siapa namamu?
- 잠깐만 기다리십시오 (jamkkanman gidarisipsio) / 잠깐만 기다려 (jamkkanman gidaryeo)Tunggu sebentar.
Kembali ke skenario pembuka: jawaban untuk dosen adalah 네, 식당에서 먹었어요 (ne, sikdangeseo meogeosseoyo), sedangkan jawaban untuk teman adalah 응, 식당에서 먹었어 (eung, sikdangeseo meogeosseo). Bukan hanya akhiran kata kerjanya yang berubah, tetapi juga kata “ya” di depannya: 네 untuk sopan, 응 untuk akrab.
Tabel yang sengaja saya bolongi: satu ungkapan, tiga tingkat
Tabel akhiran di atas paling cepat menempel kalau dipakai, bukan dibaca. Sembilan sel berikut saya kosongkan. Isi masing-masing sebelum melanjutkan ke bagian sosialnya, dan biarkan sel yang bertanda kurung apa adanya.
| Arti | Hasipsio-che | Haeyo-che | Hae-che |
|---|---|---|---|
| Saya pergi ke sekolah | (a) | 학교에 가요 | (b) |
| Mau ke mana? | (jarang terdengar) | 어디에 가세요? | (c) |
| Sudah makan? | (jarang terdengar) | (d) | 밥 먹었어? |
| Siapa namamu? | (ada bentuk hormatnya sendiri) | (e) | 이름이 뭐야? |
| Tunggu sebentar | 잠깐만 기다리십시오 | (f) | (g) |
| Silakan duduk di sini | 여기 앉으십시오 | (h) | (tidak lazim) |
| Terima kasih | 감사합니다 | (bentuknya lain sama sekali) | (i) |
Sembilan sel tadi, dan dua yang sengaja saya pasang sebagai jebakan
(a) 학교에 갑니다 (hakgyoe gamnida). Akhiran 요 diganti 니다, dan batang kata kerjanya kembali ke bentuk dasar 가.
(b) 학교에 가 (hakgyoe ga). Pada hae-che, batang kata kerja berdiri sendiri.
(c) 어디 가? (eodi ga?). Selain akhirannya, partikel 에 juga sering luruh dalam ucapan akrab.
(d) 밥 먹었어요? (bap meogeosseoyo?). Cukup menambahkan 요.
(e) 이름이 뭐예요? (ireumi mwoyeyo?). Bentuk 뭐야 naik jadi 뭐예요.
(f) 잠깐만 기다리세요 (jamkkanman gidariseyo). Akhiran perintah 십시오 turun jadi 세요.
(g) 잠깐만 기다려 (jamkkanman gidaryeo). Akhiran perintah luruh sampai ke bentuk dasar hae-che.
(h) 여기 앉으세요 (yeogi anjeuseyo). Pola penurunan yang sama dengan (f).
(i) 고마워 (gomawo). Ini bukan pemendekan 감사합니다, melainkan kata lain sama sekali; keduanya berasal dari akar yang berbeda.
Sel (i) adalah jebakan yang sengaja saya pasang. Kebanyakan perpindahan tingkat bisa diselesaikan dengan menempel atau melepas 요, tetapi sapaan dan ungkapan tetap seperti terima kasih, maaf, dan salam punya pasangan kata yang berbeda, bukan sekadar akhiran yang berbeda. Kolom haeyo-che pada baris itu saya tandai kurung karena alasan yang sama.
Jebakan kedua ada di baris perintah, yaitu sel (f), (g), dan (h). Akhiran perintah adalah tempat perbedaan antartingkat paling terasa, karena menyuruh orang selalu lebih sensitif daripada memberitahu atau bertanya. Banyak pembelajar yang sudah lancar menyusun kalimat berita tetap tersandung begitu harus menyuruh, mempersilakan, atau menawarkan sesuatu. Kalau tiga sel itu yang meleset, kembali ke baris “Perintah” pada tabel akhiran dan hafalkan barisnya saja, terpisah dari dua baris lainnya.
Siapa memakai apa: aturan sosialnya
Aturan pemilihan tingkat tutur di Korea tidak semata soal keakraban. Ada tiga sumbu yang bekerja bersamaan: usia, kedudukan, dan seberapa lama kalian saling kenal. Ketiganya bisa saling bertentangan, dan di situlah pembelajar asing paling sering tergelincir.
| Situasi | Tingkat yang aman | Catatan |
|---|---|---|
| Wawancara kerja | Hasipsio-che | Naik ke tingkat tertinggi yang masih wajar |
| Rapat kantor dengan atasan | Hasipsio-che atau haeyo-che | Ikuti yang dipakai rekan lain di ruangan |
| Kasir, sopir taksi, petugas | Haeyo-che | Hasipsio-che terdengar terlalu kaku dari pelanggan |
| Teman sekelas seusia, baru kenal | Haeyo-che | Turun ke banmal hanya setelah disepakati |
| Teman dekat, sudah lama kenal | Hae-che | Ini pemakaian banmal yang wajar |
| Anak kecil atau adik | Hae-che | Wajar, dan justru aneh kalau tidak |
Baris keempat adalah yang paling sering dilanggar pembelajar yang belajar dari drama. Karakter drama sering langsung berbanmal karena mereka memang sudah dekat di dalam cerita, atau karena penulisnya sengaja menandai keakraban. Meniru itu pada orang yang baru dikenal, meski seumur, terdengar seperti memotong jarak sepihak.
Ada satu jalan keluar yang dipakai orang Korea sendiri dan bisa langsung kamu pakai: bertanya lebih dulu. Kalimat 말 놓아도 돼요? (mal noaado dwaeyo?) berarti “boleh saya berbicara santai?” dan justru menunjukkan kesadaran akan aturan itu, bukan ketidaktahuan.
Lapisan kedua: honorifik bukan hal yang sama dengan tingkat tutur
Ada satu kekeliruan yang membuat banyak pembelajar mentok setelah menguasai tabel akhiran di atas. Tingkat tutur mengatur bagaimana kita memperlakukan lawan bicara. Honorifik mengatur bagaimana kita memperlakukan orang yang sedang dibicarakan. Keduanya berjalan sendiri-sendiri, dan bisa dipasang dalam satu kalimat sekaligus.
LingoDeer memisahkan keduanya dengan tegas: honorifik tidak membawa muatan formalitas, melainkan sekadar menyatakan hormat kepada orang yang disebut dalam percakapan. Artinya, kamu bisa berbicara dengan tingkat akrab kepada temanmu sambil tetap menghormati ayahnya yang sedang kamu bicarakan.
Tiga penanda honorifik yang paling sering muncul:
Pertama, sisipan 시 (si) yang ditempelkan ke kata kerja. Kalimat 아버지께서 운전을 하신다 (abeojikkeseo unjeoneul hasinda, ayah sedang menyetir) memakai 하신다, bukan 한다, karena yang menyetir adalah ayah.
Kedua, partikel 께서 (kkeseo) yang menggantikan partikel subjek biasa 이/가 ketika subjeknya orang yang dihormati. Pada kalimat di atas, 아버지께서 memakai bentuk ini.
Ketiga, kosakata pengganti. Sejumlah kata kerja dan kata benda punya versi hormat sendiri yang bentuknya sama sekali berbeda, bukan sekadar ditambah imbuhan.
| Bentuk biasa | Bentuk hormat | Arti |
|---|---|---|
| 먹다 (meokda) | 드시다 (deusida) | makan |
| 있다 (itda) | 계시다 (gyesida) | ada, berada |
| 자다 (jada) | 주무시다 (jumusida) | tidur |
| 주다 (juda) | 드리다 (deurida) | memberi |
| 이름 (ireum) | 성함 (seongham) | nama |
Kata 드리다 pada baris keempat bekerja terbalik dari tiga baris pertama: ia merendahkan pelakunya, bukan meninggikan subjeknya, sehingga dipakai ketika kitalah yang memberi kepada orang yang dihormati. Ungkapan 감사드립니다 (gamsadeurimnida) yang sering terdengar di acara resmi memakai bentuk ini.
Akibat praktisnya untuk pembelajar: menanyakan nama kepada orang yang jauh lebih tua sebaiknya memakai 성함이 어떻게 되세요? (seonghami eotteoke doeseyo?), bukan 이름이 뭐예요?, meski kalimat kedua sudah berbentuk sopan. Tingkat tuturnya sudah benar, honorifiknya yang belum.
Haera-che: bentuk yang akan kamu baca, bukan kamu ucapkan
Satu tingkat lagi perlu dikenali meski jarang diucapkan: haera-che, bentuk dengan akhiran 한다 dan 간다. Wikipedia mencatatnya sebagai tingkat dengan formalitas tinggi tetapi kesopanan rendah, dan ia tetap umum dipakai dalam tulisan.
Kalau kamu berlatih membaca berita Korea, hampir semua kalimatnya berbentuk haera-che. Begitu pula buku pelajaran, papan pengumuman, dan narasi buku cerita. Bentuk ini tidak ditujukan kepada pembaca tertentu, sehingga tidak perlu menentukan hormat atau tidak.
| Bentuk kamus | Haera-che | Contoh kalimat |
|---|---|---|
| 하다 | 한다 | 학생이 공부한다 (siswa itu belajar) |
| 가다 | 간다 | 버스가 온다 (busnya datang) |
| 먹다 | 먹는다 | 아이가 밥을 먹는다 (anak itu makan) |
| 좋다 | 좋다 | 날씨가 좋다 (cuacanya bagus) |
Baris terakhir menunjukkan bahwa kata sifat tidak mendapat tambahan apa pun dalam haera-che, sedangkan kata kerja mendapat 는다 atau ㄴ다. Membedakan keduanya adalah salah satu hal pertama yang diuji dalam soal membaca.
Untuk percakapan, haera-che ini praktis tidak terpakai, kecuali di antara teman yang sangat dekat atau dalam gerutuan kepada diri sendiri. Jadi jangan tergoda memakainya karena ia terlihat “netral”.
Cara memutuskan dalam dua detik saat ragu
Anggap tingkat tutur sebagai tombol pengatur volume, bukan sakelar dua posisi. Yang perlu diputuskan bukan “sopan atau tidak”, tetapi “seberapa keras”. Dan seperti mengatur volume di tempat yang belum kita kenal, aturan amannya adalah memulai dari yang lebih rendah lalu menyesuaikan setelah mendengar sekitar.
Praktisnya, kalau ragu, pakai haeyo-che. Ia jarang salah: terhadap orang yang lebih tua ia terasa sopan, terhadap teman sebaya ia terasa agak formal tetapi tidak menyinggung, dan terhadap petugas layanan ia justru yang paling wajar. Hasipsio-che baru diperlukan kalau situasinya benar-benar resmi, dan hae-che baru dipakai setelah ada tanda jelas bahwa lawan bicara mengizinkannya, entah lewat ucapan atau lewat kebiasaan yang sudah berjalan.
Perlu ditambahkan bahwa usia di Korea tidak dihitung dengan satu cara. Sejak 28 Juni 2023, Korea Selatan memakai hitungan umur internasional untuk seluruh urusan hukum dan administrasi, menggantikan hitungan tradisional yang menganggap bayi baru lahir berumur satu tahun. Laporan Time menyebut hitungan tradisional itu tetap hidup dalam pergaulan dan lingkungan kerja, tempat hierarki usia punya bobot budaya. Bagi pembelajar, akibat praktisnya sederhana: jangan menyimpulkan tingkat tutur hanya dari angka umur yang disebut seseorang, karena angka yang dia maksud belum tentu angka yang kamu maksud.
Satu tanda yang mudah dibaca: dengarkan bagaimana lawan bicara menyapamu. Kalau dia memakai haeyo-che kepadamu, membalas dengan hae-che akan terdengar timpang. Kesetaraan bentuk biasanya lebih penting daripada menebak usia dengan tepat.
Sesudah tingkat tutur terpasang, lapisan berikutnya yang menentukan kealamian kalimat Korea adalah partikel, khususnya pilihan antara partikel topik 은/는 dan partikel subjek 이/가. Kalau kamu belajar bahasa Jepang secara bersamaan, sistem partikel keduanya bertetangga dekat dan bisa saling menguatkan, seperti dibahas di peta partikel bahasa Jepang dasar.