Beranda / Bahasa Inggris / Kata Bahasa Inggris yang Sering Tertukar dan Sebabnya

Kata Bahasa Inggris yang Sering Tertukar dan Sebabnya

Dua kalimat ini datang dari grup kerja yang sama, selang beberapa menit: “Can you borrow me your charger?” dan “Sorry, I lost my charger. The cable is too lose.” Penulisnya fasih, sudah bekerja dengan klien asing selama bertahun-tahun, dan tetap salah. Bukan karena kosakatanya kurang. Karena dua kata yang dipakainya memang dirancang untuk tertukar di kepala orang yang bahasa ibunya Indonesia.

Daftar “kata yang sering tertukar” mudah ditemukan. Yang jarang disediakan adalah alasannya. Padahal alasan itulah yang bisa dipakai untuk menebak pasangan berikutnya yang belum pernah kita temui. Ada tiga sebab, dan ketiganya bekerja dengan cara yang sangat berbeda.

Tiga sebab yang membuat kata Inggris tertukar

Sebab pertama datang dari bahasa Indonesia: satu kata Indonesia yang menutupi dua kata Inggris berbeda. Sebab kedua datang dari bahasa Inggris sendiri: dua kata yang ejaannya nyaris identik. Sebab ketiga datang dari tata bahasa: satu akar kata yang bercabang jadi dua bentuk dengan tugas berbeda.

Tiga sebab, tiga cara memperbaiki. Menyamakan perlakuan untuk ketiganya adalah alasan kenapa hafalan daftar biasanya tidak bertahan lama.

Sepuluh pasang kalimat untuk menakar diri sebelum membaca terus

Tiap nomor berisi satu kalimat yang lolos dan satu yang tidak. Pilih dulu, tutup tabelnya dengan telapak tangan, baru bandingkan. Nomor yang meleset akan menunjuk sebab mana yang paling perlu kamu baca pelan-pelan.

  1. (a) Could you borrow me two hundred thousand rupiah? (b) Could you lend me two hundred thousand rupiah?
  2. (a) He gave me an advice about the interview. (b) He gave me some advice about the interview.
  3. (a) This bag is more expensive then that one. (b) This bag is more expensive than that one.
  4. (a) The new policy will effect our shipping schedule. (b) The new policy will affect our shipping schedule.
  5. (a) My shoelace is lose. (b) My shoelace is loose.
  6. (a) It’s logo has not changed since 2015. (b) Its logo has not changed since 2015.
  7. (a) I have two works today. (b) I have a lot of work today.
  8. (a) I heard the podcast every morning on the bus. (b) I listen to the podcast every morning on the bus.
  9. (a) I was boring during the briefing. (b) I was bored during the briefing.
  10. (a) We were confused by the confused instructions. (b) We were confused by the confusing instructions.
No.Yang lolosKenapa pasangannya jatuhSebab
1bUangnya bergerak dari lawan bicara ke saya, dan dari sudut pandangnya itu lendpertama
2bAdvice tidak bisa dihitung, sehingga an advice mustahilkedua
3bIni perbandingan, bukan urutan waktukedua
4bYang dibutuhkan verba, dan verbanya affectkedua
5bYang dibutuhkan kata sifat, dan kata sifatnya loosekedua
6bIni kepemilikan, bukan singkatan it iskedua
7bWork dalam makna kegiatan tak terhitung; kalau ingin dihitung, pakai taskspertama
8bMendengarkan siniar tiap pagi itu disengaja, dan heard juga tidak cocok dengan every morningpertama
9bBentuk -ed untuk yang merasakan; I was boring berarti sayalah yang membosankanketiga
10bInstruksinya penyebab, jadi -ing; yang merasa bingung tetap confusedketiga

Meleset di nomor 1, 7, atau 8 berarti sebab pertama yang perlu diperiksa. Meleset di nomor 2 sampai 6 berarti sebab kedua, dan obatnya bukan menghafal melainkan membaca ulang sebelum mengirim. Meleset di nomor 9 atau 10 berarti sebab ketiga. Tiga bagian berikutnya membahas ketiganya dengan urutan itu.

Sebab pertama: satu kata Indonesia menutupi dua kata Inggris

Ini kelompok terbesar dan paling merepotkan, karena kesalahannya tidak terasa. Otak kita menerjemahkan dari kata Indonesia, dan kata Indonesia itu memang tidak membedakan apa yang dibedakan bahasa Inggris.

Ambil “pinjam”. Dalam bahasa Indonesia, satu kata itu bisa berarti mengambil maupun memberi, dan yang membedakan hanya imbuhan atau konteks: saya pinjam bukumu melawan saya pinjamkan bukuku. Bahasa Inggris memakai dua kata berbeda. Menurut entri Merriam-Webster, borrow berarti menerima sesuatu dengan niat mengembalikannya, dengan pola borrow something from someone; sedangkan lend berarti memberikan sesuatu untuk dipakai sementara, dengan pola lend someone something atau lend something to someone.

Yang terjadiKata InggrisContoh
Barang datang ke sayaborrowI borrowed a pen from Rina.
Barang pergi dari sayalendI lent Rina my pen.

Lima pasangan untuk dipasang di ingatan:

  1. Can I borrow your charger?Boleh saya pinjam charger-mu? (charger bergerak ke arah saya)
  2. Can you lend me your charger?Bisa kamu pinjamkan charger-mu? (charger bergerak dari kamu)
  3. He borrowed the book from the library.Dia meminjam buku itu dari perpustakaan.
  4. The library lent him the book for two weeks.Perpustakaan meminjamkan buku itu selama dua minggu.
  5. She’s always there to lend a hand.Dia selalu siap membantu. (frasa tetap; borrow a hand tidak ada)

Kalimat yang membuka artikel ini, “Can you borrow me your charger?”, jadi salah persis karena arahnya terbalik: yang dimaksud penuturnya adalah lend, bukan borrow.

Pola yang sama berulang pada beberapa kata lain:

Kata IndonesiaDua kata InggrisPembeda
bawabring | takeMenuju pembicara atau menjauh darinya
dengarhear | listenKebetulan terdengar atau sengaja disimak
lihatsee | look | watchTertangkap mata, diarahkan sekilas, atau diikuti dalam durasi
bilangsay | tellAda penerima yang disebut atau tidak
kerjajob | workPosisi yang bisa dihitung atau kegiatannya

Untuk bring dan take, ada catatan penting yang jarang disebut daftar mana pun. Merriam-Webster menyatakan aturan arah itu sering dilanggar penutur asli sendiri, dan ketika arahnya tidak penting, keduanya sama-sama diterima: I’m going to take this dictionary to my pub dan I’m going to bring this dictionary to my pub dua-duanya wajar. Jadi jangan buang waktu menghafal mati aturan ini. Yang perlu dijaga hanya kasus yang jelas arahnya:

  1. Bring me that file, please.Bawakan berkas itu ke sini.
  2. Take these documents to the finance team.Bawa dokumen ini ke tim keuangan.
  3. I heard someone shouting outside.Saya mendengar seseorang berteriak di luar. (tidak disengaja)
  4. I listened to the recording three times.Saya mendengarkan rekaman itu tiga kali. (disengaja)
  5. She has a good job, but the work is exhausting.Dia punya pekerjaan yang bagus, tapi kerjanya melelahkan.

Perhatikan kalimat kelima. Job bisa dihitung sehingga bisa didahului a; work tidak bisa dihitung dalam makna ini, sehingga a work salah. Persoalan mana yang boleh dan tidak boleh didahului a bergantung pada apakah nominanya terhitung atau tidak, dan itu perlu dikenali per kata, bukan diterka dari padanan Indonesianya.

Sebab kedua: dua kata yang ejaannya beda satu huruf

Kelompok ini tidak berhubungan dengan bahasa Indonesia sama sekali. Penutur asli pun tertukar, terutama saat mengetik cepat. Bedanya, penutur asli biasanya menangkapnya saat membaca ulang karena bunyinya berbeda di kepala mereka. Kita sering tidak, karena kita membaca dengan mata, bukan dengan telinga.

affect dan effect. Merriam-Webster meringkasnya begini: affect umumnya verba yang berarti memengaruhi, effect umumnya nomina yang berarti akibat.

  1. The drought affected plant growth.Kekeringan itu memengaruhi pertumbuhan tanaman.
  2. The second cup of coffee had no effect.Cangkir kopi kedua tidak memberi efek apa pun.
  3. Construction will affect traffic in the area.Pembangunan itu akan memengaruhi lalu lintas di kawasan tersebut.
  4. The law goes into effect next week.Undang-undang itu berlaku minggu depan.
  5. The strike effected change within the company.Pemogokan itu mewujudkan perubahan di perusahaan tersebut.

Kalimat kelima sengaja saya sertakan karena ia pengecualian resmi: effect bisa menjadi verba dengan arti “mewujudkan” atau “menghasilkan”. Ada pula pengecualian arah sebaliknya, affect sebagai nomina di bidang psikologi yang berarti respons emosi yang tampak, seperti his affect did not change after hearing the news. Dua pengecualian ini nyata, tetapi jarang muncul di tulisan sehari-hari; kalau ragu, aturan verba-melawan-nomina akan benar hampir sepanjang waktu.

lose dan loose. Lose adalah verba: kehilangan atau kalah. Loose adalah kata sifat: longgar. Kesalahan pada kalimat pembuka artikel ini, the cable is too lose, seharusnya too loose.

  1. Don’t lose your passport.Jangan sampai kehilangan paspormu.
  2. These trousers are too loose.Celana ini terlalu longgar.
  3. We might lose the client if we reply this late.Kita bisa kehilangan klien itu kalau membalas selambat ini.
  4. One screw came loose.Satu sekrupnya longgar.
  5. He hates to lose an argument.Dia benci kalah berdebat.

than dan then. Than untuk membandingkan, then untuk urutan waktu.

  1. This laptop is cheaper than mine.Laptop ini lebih murah daripada punya saya.
  2. We finished the slides, then we sent them.Kami menyelesaikan salindia itu, lalu mengirimkannya.
  3. She writes faster than she types.Dia menulis lebih cepat daripada dia mengetik.
  4. If it rains, then we cancel.Kalau hujan, kita batalkan.
  5. Nothing is worse than a meeting without an agenda.Tidak ada yang lebih buruk daripada rapat tanpa agenda.

advice dan advise. Yang berakhiran -ce adalah nomina dan tidak bisa dihitung, jadi an advice dan advices dua-duanya salah. Yang berakhiran -se adalah verba.

  1. Can you give me some advice?Bisa beri saya beberapa saran?
  2. I advise you to check the contract first.Saya sarankan kamu memeriksa kontraknya dulu.
  3. That was the best piece of advice I got that year.Itu saran terbaik yang saya dapat tahun itu.
  4. Our lawyer advised against signing.Pengacara kami menyarankan agar tidak menandatangani.
  5. She took my advice.Dia menuruti saran saya.

Frasa a piece of advice pada kalimat ketiga adalah cara resmi menghitung sesuatu yang tak terhitung. Pola yang sama berlaku untuk a piece of information dan a piece of furniture.

its dan it’s. Tanpa apostrof berarti kepemilikan; dengan apostrof adalah singkatan dari it is atau it has. Ini kebalikan dari kebiasaan apostrof pada nomina biasa, dan justru itu jebakannya.

  1. The company changed its logo.Perusahaan itu mengganti logonya.
  2. It’s the third time this week.Ini ketiga kalinya minggu ini.
  3. The phone lost its signal.Ponsel itu kehilangan sinyalnya.
  4. It’s been raining since morning.Sudah hujan sejak pagi.
  5. Every rule has its exception.Setiap aturan punya pengecualiannya.

Sebab ketiga: satu akar, dua bentuk, dua tugas

Kelompok terakhir paling halus. Kata-katanya berasal dari akar yang sama, sehingga artinya terasa berdekatan, padahal tugas gramatikalnya berbeda.

fun dan funny. Fun berarti menyenangkan; funny berarti lucu. Merriam-Webster mencatat funny juga punya makna kedua yang penting: aneh, ganjil, mencurigakan, seperti pada my car has been making a funny noise atau there’s something funny going on here. Karena itu memuji seseorang dengan you are so funny bisa berarti dia lucu, dan pada konteks tertentu bisa berarti dia ganjil.

  1. The workshop was fun.Lokakaryanya menyenangkan.
  2. The host was funny.Pembawa acaranya lucu.
  3. We had a fun evening.Kami menghabiskan malam yang menyenangkan.
  4. That’s funny — they were here a minute ago.Aneh, tadi mereka masih di sini.
  5. Learning kanji is more fun than I expected.Belajar kanji lebih menyenangkan daripada yang saya kira.

bored dan boring. Bentuk -ed menerangkan perasaan orang; bentuk -ing menerangkan penyebab perasaan itu. Mengatakan I am boring berarti mengaku diri membosankan.

  1. I was bored during the briefing.Saya bosan selama pengarahan.
  2. The briefing was boring.Pengarahannya membosankan.
  3. She looked interested.Dia tampak tertarik.
  4. The topic is interesting.Topiknya menarik.
  5. We were confused by the confusing instructions.Kami bingung oleh instruksi yang membingungkan itu.

Pola ini berlaku untuk puluhan pasangan lain: tired/tiring, excited/exciting, surprised/surprising, annoyed/annoying. Sekali polanya dipegang, tidak perlu menghafal satu per satu.

Cara memeriksa sendiri sebelum menekan kirim

Kesalahan seperti borrow me dan too lose jarang tertangkap saat menulis, karena saat menulis kita sedang memikirkan isi pesan, bukan bentuk katanya. Yang berhasil buat saya dan buat murid-murid yang saya dampingi adalah pemeriksaan singkat setelah kalimatnya jadi, bukan sambil menulis.

Pertama, cari kata yang punya pasangan. Kalau kalimat memuat borrow, bring, hear, say, atau work, berhenti sebentar dan tanyakan arahnya: barangnya ke saya atau dari saya, sengaja atau kebetulan, ada penerima yang disebut atau tidak. Kedua, untuk kata berejaan mirip, ucapkan kalimatnya pelan dalam hati. Then dan than terdengar berbeda; begitu juga lose dan loose. Ketiga, untuk pasangan -ed dan -ing, tanyakan siapa yang merasakan dan apa yang menyebabkan.

Analogi yang saya pakai di kelas: kesalahan-kesalahan ini seperti memakai sepatu kiri di kaki kanan. Ukurannya pas, bahannya benar, semuanya tampak wajar dari jauh, dan tetap salah begitu mulai dipakai berjalan. Perbaikannya juga sama sederhananya, asal kita mau melihat ke bawah sebentar.

Kesalahan pilihan kata seperti di atas baru satu lapis. Lapis berikutnya ada pada struktur kalimat, tempat penutur Indonesia punya daftar jebakan sendiri karena bahasa kita tidak mengenal konjugasi maupun penanda jamak wajib.

Sumber materi

Merriam-Webster, entri borrow — pola transitif borrow + objek + from
merriam-webster.com
Merriam-Webster, entri lend — pola lend someone something dan lend something to someone
merriam-webster.com
Merriam-Webster, Bring vs. Take — arah gerak relatif terhadap pembicara dan seberapa longgar aturannya
merriam-webster.com
Merriam-Webster, Affect vs. Effect — pembagian verba/nomina beserta dua pengecualiannya
merriam-webster.com
Merriam-Webster, entri funny — makna lucu dan makna aneh/ganjil
merriam-webster.com

Pelajaran lain

  1. Perbedaan Borrow dan Lend serta Loan dan Owe
  2. Kesalahan Grammar Bahasa Inggris Khas Orang Indonesia
  3. Partikel Bahasa Jepang Dasar dan Cara Memilihnya
  4. Perbedaan Banmal dan Jondaetmal serta Kapan Memakainya
  5. Perbedaan TOEFL ITP, TOEFL iBT, dan IELTS Terbaru
  6. Kapan Pakai A, An, The, dan Kapan Tanpa Artikel

Ditulis oleh Kevin Halim, diperbarui 3 September 2026. Saya mengajar tiga bahasa ke penutur Indonesia dan menyusun tiap pelajaran dari kesalahan yang paling sering saya temui di kelas, bukan dari urutan buku pelajaran. Kalau sebuah aturan punya pengecualian yang belum saya periksa, pengecualiannya saya tulis, bukan saya sembunyikan.