Partikel Bahasa Jepang Dasar dan Cara Memilihnya
Ambil satu kata benda, 公園 (kouen, taman), dan satu kata kerja, 歩く (aruku, berjalan). Ganti partikel di antaranya, dan kalimatnya berubah arti tanpa satu pun kata baru ditambahkan:
- 公園を歩く (kouen o aruku)berjalan menyusuri taman, tamannya yang dilewati
- 公園で歩く (kouen de aruku)berjalan di taman, tamannya tempat kegiatan berlangsung
- 公園に行く (kouen ni iku)pergi ke taman, tamannya tujuan
Tiga kalimat, tiga makna, satu huruf pembeda. Partikel jadi tembok pertama bagi pembelajar Indonesia justru karena itu: dalam bahasa kita, hubungan antarkata ditandai urutan dan kata depan yang jumlahnya sedikit. Dalam bahasa Jepang, urutan kata cukup longgar justru karena partikel yang menanggung seluruh pekerjaan itu.
Banyak daftar partikel disusun menurut abjad atau menurut urutan buku pelajaran. Susunan itu tidak membantu saat kita sedang menyusun kalimat, karena pada saat itu yang ada di kepala adalah pertanyaan, bukan huruf: siapa pelakunya, apa yang dikenai, di mana. Jadi mari kita susun ulang menurut pertanyaan.
Partikel bukan kata depan
Satu salah paham perlu dibereskan lebih dulu. Partikel sering diterjemahkan sebagai “di”, “ke”, “dari”, sehingga terasa seperti kata depan bahasa Indonesia. Letaknya saja sudah berbeda: kata depan Indonesia berdiri di depan kata benda, partikel Jepang menempel di belakangnya.
Cara berpikir yang lebih akurat: partikel adalah label yang ditempelkan ke kata benda untuk menyatakan peran kata benda itu di dalam kalimat, seperti label yang ditempelkan petugas di gagang koper sebelum koper masuk ke ban berjalan. Kopernya tetap koper yang sama; labelnya yang menentukan ke mana ia diperlakukan. Karena labelnya menempel, urutan kopernya di ban berjalan tidak terlalu penting.
Akibat praktisnya: dua kalimat berikut sama-sama benar dan artinya sama.
- 私は図書館で本を読みます。(Watashi wa toshokan de hon o yomimasu.)
- 図書館で私は本を読みます。(Toshokan de watashi wa hon o yomimasu.)
Keduanya berarti “saya membaca buku di perpustakaan”. Yang tidak boleh bergeser hanyalah kata kerjanya, yang tetap di akhir.
Pertanyaan satu: sedang membicarakan apa? (は dan も)
Partikel は ditulis dengan huruf “ha” tetapi dibaca “wa” ketika berfungsi sebagai partikel. Tae Kim menjelaskannya sebagai penanda topik: ia menyatakan hal apa yang sedang dibicarakan.
- アリスは学生です。(Arisu wa gakusei desu.)Alice itu mahasiswa.
- 私は田中です。(Watashi wa Tanaka desu.)Saya Tanaka.
- 今日は暑いです。(Kyou wa atsui desu.)Hari ini panas.
- 田中さんも学生です。(Tanaka-san mo gakusei desu.)Tanaka juga mahasiswa.
- 私も行きます。(Watashi mo ikimasu.)Saya juga ikut.
Partikel も bekerja persis seperti は tetapi menambahkan makna “juga”. Karena itu も menggantikan は, tidak ditumpuk dengannya. Kalimat 私はも行きます tidak ada.
Perhatikan kalimat ketiga. 今日 (kyou, hari ini) adalah keterangan waktu, dan tetap bisa jadi topik. Ini menunjukkan bahwa は tidak selalu menandai subjek; ia menandai apa yang sedang dibicarakan, yang kebetulan sering berupa subjek.
Pertanyaan dua: siapa atau apa pelakunya? (が)
Tae Kim menyebut が partikel pengenal, karena ia menunjuk sesuatu yang belum diketahui lawan bicara.
- 誰が来ましたか。(Dare ga kimashita ka.)Siapa yang datang?
- 山田さんが来ました。(Yamada-san ga kimashita.)Yamada yang datang.
- 部屋に猫がいます。(Heya ni neko ga imasu.)Ada kucing di kamar.
- 頭が痛いです。(Atama ga itai desu.)Kepala saya sakit.
- 日本語が分かります。(Nihongo ga wakarimasu.)Saya mengerti bahasa Jepang.
Kalimat pertama dan kedua adalah pasangan tanya jawab, dan keduanya memakai が. Ini aturan yang paling cepat terpakai: kalimat yang mengandung kata tanya 誰 (siapa), 何 (apa), atau どれ (yang mana) memakai が, dan jawabannya juga memakai が. Kalau kalimat pertama diganti 誰は来ましたか, kalimatnya salah.
Kalimat kelima memperlihatkan kelompok kata yang menuntut が meski dalam bahasa Indonesia terasa seperti objek. 分かる (wakaru, mengerti), できる (dekiru, bisa), 好き (suki, suka), dan 上手 (jouzu, mahir) semuanya berpasangan dengan が, bukan を. Jadi “saya suka kopi” adalah コーヒーが好きです, bukan コーヒーを好きです.
Perbandingan は dan が punya lapisan yang cukup dalam, termasuk soal kontras dan klausa sematan. Untuk tahap awal, satu patokan sudah cukup menolong: は menandai apa yang sedang dibicarakan, が menandai siapa atau apa yang melakukan.
Pertanyaan tiga: apa yang dikenai? (を)
Partikel を menandai objek langsung. Ia ditulis dengan huruf yang secara resmi dibaca “wo”, tetapi dalam ucapan sehari-hari terdengar seperti “o”.
- 魚を食べる。(Sakana o taberu.)Makan ikan.
- ジュースを飲んだ。(Juusu o nonda.)Minum jus.
- 手紙を書きます。(Tegami o kakimasu.)Menulis surat.
- テレビを見ました。(Terebi o mimashita.)Menonton televisi.
- 街をぶらぶら歩く。(Machi o burabura aruku.)Berjalan-jalan tanpa tujuan menyusuri kota.
Kalimat kelima adalah pemakaian を yang jarang diajarkan di awal, dan justru itu yang menjelaskan contoh pembuka artikel ini. Dengan kata kerja gerak seperti 歩く (berjalan), 通る (melewati), dan 渡る (menyeberang), を menandai ruang yang dilalui. Karena itu 公園を歩く berarti menyusuri taman, sedangkan 公園で歩く berarti berjalan di dalam taman sebagai tempat kegiatan.
Pertanyaan empat: ke mana, di mana, dengan apa? (に, へ, で)
Di sinilah kata depan “di” bahasa Indonesia jadi sumber kekacauan, karena ia menutupi dua partikel Jepang yang berbeda.
| Yang ingin dinyatakan | Partikel | Contoh |
|---|---|---|
| tujuan gerak | に | 日本に行った (pergi ke Jepang) |
| arah gerak | へ | 日本へ行った (berangkat menuju Jepang) |
| tempat keberadaan | に | 部屋に猫がいる (kucingnya ada di kamar) |
| titik waktu | に | 七時に起きます (bangun pukul tujuh) |
| tempat berlangsungnya kegiatan | で | 映画館で見た (menontonnya di bioskop) |
| alat atau cara | で | バスで帰る (pulang naik bus) |
Perbedaan に dan へ halus. Tae Kim merumuskannya begini: に menuju sasaran sebagai tujuan akhir, sedangkan へ menyatakan berangkat ke arah sasaran itu. Pada kalimat sehari-hari keduanya sering bertukar tempat tanpa mengubah arti banyak.
Perbedaan に dan で jauh lebih penting, dan lebih sering salah. Keduanya bisa diterjemahkan “di”, tetapi に dipakai untuk keberadaan sedangkan で dipakai untuk kegiatan.
- 部屋に猫がいます。(Heya ni neko ga imasu.)Ada kucing di kamar. (keberadaan)
- 部屋で本を読みます。(Heya de hon o yomimasu.)Saya membaca buku di kamar. (kegiatan)
- レストランで昼ご飯を食べた。(Resutoran de hirugohan o tabeta.)Saya makan siang di restoran.
- 家に帰ります。(Uchi ni kaerimasu.)Saya pulang ke rumah.
- はしで食べます。(Hashi de tabemasu.)Saya makan dengan sumpit.
Uji cepatnya: kalau kata kerjanya いる atau ある (ada), pakai に. Kalau kata kerjanya menyatakan kegiatan yang butuh usaha, pakai で.
Sepasang partikel lagi masuk ke kelompok ini karena sama-sama menjawab pertanyaan tentang ruang dan waktu: から (kara, dari) dan まで (made, sampai). Keduanya berpasangan dan bisa dipakai untuk tempat maupun waktu, misalnya 東京から大阪まで (Toukyou kara Oosaka made, dari Tokyo sampai Osaka) dan 九時から五時まで (kuji kara goji made, dari pukul sembilan sampai pukul lima). Karena artinya sejelas itu, keduanya biasanya paling cepat menempel di ingatan pemula, dan bisa dipelajari lebih awal daripada が.
Pertanyaan lima: milik siapa, jenis apa? (の)
Partikel の menghubungkan dua kata benda. Yang di depan menerangkan yang di belakang, jadi urutannya kebalikan dari bahasa Indonesia.
- ボブの本 (Bobu no hon)buku Bob
- 私の名前 (watashi no namae)nama saya
- 日本語の先生 (nihongo no sensei)guru bahasa Jepang
- 東京の地図 (Toukyou no chizu)peta Tokyo
- 会社の人 (kaisha no hito)orang kantor
Karena urutannya terbalik, cara membacanya adalah dari belakang ke depan. 日本語の先生 dibaca “guru” dulu, baru “bahasa Jepang”. Kesalahan yang paling sering saya lihat adalah menuliskan 先生の日本語, yang berarti “bahasa Jepang milik guru itu”, bukan “guru bahasa Jepang”.
Pertanyaan enam: bersama siapa, dan apa saja? (と dan や)
- 友達と話した。(Tomodachi to hanashita.)Berbicara dengan teman.
- ナイフとフォークでステーキを食べた。(Naifu to fooku de suteeki o tabeta.)Makan steik dengan pisau dan garpu.
- 田中さんと山田さんが来ました。(Tanaka-san to Yamada-san ga kimashita.)Tanaka dan Yamada datang.
- ペンやノートを買いました。(Pen ya nooto o kaimashita.)Membeli pena, buku catatan, dan lain-lain.
- パンやご飯を食べます。(Pan ya gohan o tabemasu.)Makan roti, nasi, dan semacamnya.
Perbedaan と dan や menyangkut kelengkapan daftar. Dengan と, daftarnya lengkap: hanya pisau dan garpu, tidak ada yang lain. Dengan や, daftarnya hanya contoh, dan barang lain yang tidak disebut tetap mungkin ada.
Percakapan singkat yang semua partikelnya saya copot
Soal partikel yang berdiri sendiri punya kelemahan: tanpa konteks percakapan, beberapa rumpang bisa diisi dua partikel yang sama-sama benar. Karena itu latihannya saya sajikan sebagai satu percakapan utuh, supaya konteks baris sebelumnya ikut menentukan jawaban. Isi kesebelas rumpang dengan は, も, が, を, に, で, の, atau と.
A: 今日 ___ 何をしましたか。 B: 図書館 ___ 本 ___ 読みました。 A: 誰 ___ 来ましたか。 B: 田中さん ___ 来ました。 A: 田中さん ___ 学生ですか。 B: はい。田中さん ___ 日本語 ___ 分かります。 A: 何時に起きましたか。 B: 六時 ___ 起きました。友達 ___ 図書館へ行きました。 A: これは誰 ___ かばんですか。 B: 私のかばんです。
Kalau ada rumpang yang kamu isi sambil ragu, catat nomornya. Keraguan di sini lebih berguna daripada jawaban benar yang kebetulan.
| Rumpang | Partikel | Kenapa begitu |
|---|---|---|
| 今日 ___ | は | Hari ini dijadikan topik pembicaraan, seperti pada 今日は暑いです |
| 図書館 ___ | で | Perpustakaan adalah tempat kegiatan membaca berlangsung, bukan tempat keberadaan |
| 本 ___ | を | Buku adalah objek yang dikenai kata kerja 読む |
| 誰 ___ | が | Kalimat berkata tanya 誰 di posisi subjek selalu memakai が |
| 田中さん ___ 来ました | が | Jawaban atas pertanyaan berkata tanya mengikuti partikel pertanyaannya |
| 田中さん ___ 学生ですか | は | Tanaka sudah diperkenalkan di baris sebelumnya, jadi ia kini topik |
| 田中さん ___ 日本語 | は | Masih topik yang sama, dilanjutkan dari pertanyaan A |
| 日本語 ___ 分かります | が | 分かる termasuk kata kerja yang berpasangan dengan が, bukan を |
| 六時 ___ | に | Pukul enam adalah titik waktu |
| 友達 ___ | と | Menyatakan bersama siapa kegiatan dilakukan |
| 誰 ___ かばん | の | Menghubungkan dua kata benda, di sini kepemilikan |
Dua baris yang paling sering meleset ada di tengah. Rumpang 図書館 tertukar dengan に karena terjemahan Indonesianya sama-sama “di”, padahal yang menentukan adalah kata kerjanya. Dan rumpang 日本語 menjebak karena “mengerti bahasa Jepang” terasa berobjek dalam bahasa kita, sehingga tangan otomatis menulis を.
Perhatikan juga pergantian が menjadi は pada nama Tanaka. Baris ketiga dan keempat memperkenalkan orang baru, sehingga memakai が. Begitu ia dikenal kedua pihak, baris berikutnya beralih ke は. Pergantian itu bukan variasi gaya. Ia penanda bahwa informasinya sudah berpindah dari baru ke lama.
Lima kesalahan partikel yang khas penutur Indonesia
Kesalahan partikel jarang acak. Hampir semuanya bisa dilacak ke satu kebiasaan bahasa Indonesia yang terbawa.
| Yang sering ditulis | Yang benar | Sebabnya |
|---|---|---|
| コーヒーを好きです | コーヒーが好きです | “Suka kopi” terasa berobjek, padahal 好き menuntut が |
| 部屋で猫がいます | 部屋に猫がいます | Kata kerja います menyatakan keberadaan, bukan kegiatan |
| 誰は来ましたか | 誰が来ましたか | Kalimat berkata tanya tidak memakai は |
| 先生の日本語を勉強します | 日本語の先生に習います | Urutan の terbalik dari urutan bahasa Indonesia |
| 私はも行きます | 私も行きます | も menggantikan は, tidak ditumpuk |
Baris pertama dan kedua adalah yang paling sering saya perbaiki di kelas pemula, dan keduanya bertahan lama karena terjemahan Indonesianya terasa masuk akal. Cara memutusnya bukan menghafal daftar melainkan mengubah pertanyaan yang kita ajukan pada diri sendiri. Untuk baris pertama, jangan bertanya “apa objeknya”, tetapi “kata sifat atau kata kerja apa yang dipakai”. Untuk baris kedua, jangan bertanya “di mana”, tetapi “apakah ini soal ada atau soal melakukan”.
Baris ketiga punya pengecualian yang perlu disebut supaya tidak membingungkan nanti: partikel は tetap bisa muncul pada kalimat tanya yang topiknya sudah jelas, misalnya これは何ですか (kore wa nan desu ka, ini apa). Yang tidak boleh adalah menempelkan は langsung pada kata tanyanya sendiri.
Urutan menghafal yang paling cepat terpakai
Kalau baru mulai, jangan menghafal sepuluh partikel sekaligus. Empat yang pertama sudah cukup untuk menyusun kalimat lengkap: は untuk topik, を untuk objek, で untuk tempat kegiatan, に untuk tujuan dan waktu. Dengan empat itu, kalimat seperti 私は毎日カフェでコーヒーを飲みます sudah bisa dibentuk.
Tambahkan が setelah keempatnya terasa otomatis, karena が menuntut pemahaman tentang informasi baru dan lama yang butuh waktu mengendap. Setelah itu barulah の, と, dan や, yang aturannya justru paling sederhana.
Cara berlatih yang paling murah adalah menulis ulang satu kalimat yang sama dengan partikel berbeda dan mencatat perubahan artinya, persis seperti tiga kalimat 公園 di awal artikel ini. Sepuluh menit sehari selama dua minggu biasanya cukup untuk membuat pilihan に dan で berhenti terasa seperti tebakan.
Partikel adalah bagian besar dari bagian tata bahasa pada ujian JLPT, terutama di level bawah. Menguasai pembagian kerja lima partikel di atas sudah menutup sebagian besar soal partikel di level bawah. Kalau kamu juga sedang menyentuh bahasa Korea, sistem partikelnya mirip dan bisa saling membantu, meski tingkat tuturnya punya aturan sendiri.