Beranda / Grammar / Kapan Pakai A, An, The, dan Kapan Tanpa Artikel

Kapan Pakai A, An, The, dan Kapan Tanpa Artikel

Dua kalimat berikut berbeda satu kata, dan artinya berbeda jauh.

I need a car. → Saya butuh mobil, mobil apa saja, yang penting mobil. I need the car. → Saya butuh mobil itu, mobil yang kita berdua sudah tahu.

Sekarang tambahkan yang ketiga:

I need cars. → Saya butuh mobil, dalam arti umum atau lebih dari satu, tanpa menunjuk satu pun.

Bahasa Indonesia menyampaikan ketiga makna itu dengan kalimat yang sama, “saya butuh mobil”, dan menyerahkan sisanya pada konteks. Bahasa Inggris menuntut kita memilih sebelum kalimatnya keluar. Itulah kenapa artikel menempati posisi kedua terbanyak dalam beberapa studi kesalahan tulisan mahasiswa Indonesia, bahkan pada mahasiswa jurusan bahasa Inggris.

Tiga pertanyaan, berurutan

Aturan artikel terlihat banyak kalau disajikan sebagai daftar. Kalau disusun sebagai urutan pertanyaan, jumlahnya menyusut jadi tiga, dan hampir semua kasus sehari-hari selesai di situ.

Pertanyaan pertama: apakah lawan bicara tahu benda yang mana? Kalau ya, pakai the, tidak peduli tunggal, jamak, atau tak terhitung.

Jari yang menunjuk adalah cara paling ringkas memahami the. Kalau kamu bisa membayangkan dirimu menunjuk benda itu dan lawan bicaramu langsung tahu mana yang kamu tunjuk, the adalah pilihannya.

  1. Can you close the door?Bisa tutup pintunya? (pintu di ruangan ini)
  2. Have you seen the car key?Sudah lihat kunci mobilnya? (kunci yang itu)
  3. The moon is very bright tonight.Bulannya terang sekali malam ini. (hanya ada satu)
  4. He is the tallest boy in the class.Dia anak laki-laki tertinggi di kelas. (superlatif selalu dengan the)
  5. Dad, can I borrow the car?Ayah, boleh pinjam mobilnya? (mobil keluarga, hanya satu dalam konteks itu)

British Council menambahkan kelompok yang sering terlewat: alat musik (Joe plays the piano really well) serta sistem dan layanan umum (how long does it take on the train?, tell the police).

Pertanyaan kedua: kalau belum, apakah bendanya tunggal dan bisa dihitung? Kalau ya, pakai a atau an.

  1. I saw a good film yesterday.Saya menonton film bagus kemarin. (baru pertama disebut)
  2. Do you want a drink?Mau minum? (satu dari sekian banyak)
  3. He’s an architect.Dia arsitek. (nama pekerjaan selalu didahului a atau an)
  4. She works in a hospital near the station.Dia bekerja di sebuah rumah sakit dekat stasiun.
  5. A young man tried to rob a jewellery shop. The man used a hammer.Seorang pemuda mencoba merampok toko perhiasan. Pemuda itu memakai palu.

Kalimat kelima memperlihatkan alur yang paling sering dipakai dalam tulisan: sebutan pertama memakai a, sebutan berikutnya memakai the, karena setelah disebut sekali, pembaca sudah tahu yang mana.

Pilihan antara a dan an ditentukan bunyi, bukan huruf. An hour memakai an karena huruf h-nya tidak dibunyikan sehingga kata itu dimulai bunyi vokal. A university memakai a karena bunyi awalnya seperti “yu”, meskipun hurufnya vokal.

Pertanyaan ketiga: kalau tidak, kemungkinan besar tanpa artikel. Nomina jamak dan nomina tak terhitung yang dibicarakan secara umum berdiri tanpa apa pun di depannya.

Kelompok yang paling sering salah: justru yang tanpa artikel

Kesalahan paling umum penutur Indonesia bukan memilih a padahal seharusnya the, melainkan memasang artikel di tempat yang seharusnya kosong. Ini masuk akal: karena bahasa kita tidak punya artikel, begitu kita sadar bahasa Inggris punya, kita cenderung memakainya di mana-mana.

SalahBenarSebabnya
The birds eat worms.Birds eat worms.Pernyataan umum tentang burung pada umumnya
The water freezes at 0°C.Water freezes at 0°C.Zat yang dibicarakan secara umum
I need an information.I need information.Nomina tak terhitung
She gave me an advice.She gave me some advice.Nomina tak terhitung
I go to the home at six.I go home at six.Frasa tetap tanpa artikel
We bought new furnitures.We bought some new furniture.Tak terhitung, tidak dijamakkan

British Council mendaftar sejumlah nomina tak terhitung yang paling sering keliru diperlakukan: advice, accommodation, baggage, equipment, furniture, homework, knowledge, luggage, money, news, dan traffic. Semuanya tidak boleh didahului a atau an dan tidak boleh dijamakkan.

Kalau perlu menghitungnya, pakai pengukur: a piece of advice, a bit of information, an item of equipment. Beberapa kata bahkan tidak memakai pola itu; untuk tempat tinggal, orang Inggris menyebut jumlah unitnya, misalnya I’ve lived in three flats, bukan three pieces of accommodation.

Satu perbedaan halus yang layak dicatat: the juga bisa dipakai untuk menyatakan keseluruhan jenis, seperti pada the wolf is not really a dangerous animal, yang berarti serigala sebagai spesies. Bentuk jamak tanpa artikel, wolves are not dangerous animals, menyampaikan makna yang mirip dengan nada lebih santai. Keduanya benar; yang salah hanya the wolves are not dangerous animals kalau maksudnya berbicara tentang serigala pada umumnya, karena bentuk itu menunjuk kelompok serigala tertentu.

Paragraf yang artikelnya saya copot: kembalikan dua belas kali

Soal artikel yang disajikan sebagai kalimat lepas punya cacat bawaan, karena separuh keputusan artikel bergantung pada kalimat sebelumnya. Jadi latihannya berupa satu paragraf yang mengalir. Isi dua belas rumpang di bawah dengan a, an, the, atau biarkan kosong.

(1) ___ young man tried to rob (2) ___ jewellery shop near (3) ___ station last night. (4) ___ man used (5) ___ hammer, but he did not take anything. (6) ___ police arrived in ten minutes. My uncle, who is (7) ___ engineer, saw everything from (8) ___ train. He gave me (9) ___ advice about staying calm, and he added that he still had (10) ___ homework to finish that night. (11) ___ robberies are rare in this area, so everyone talked about it. Even (12) ___ moon looked strange that evening, he joked.

No.IsianAlasan
1ASebutan pertama, tunggal, bisa dihitung
2aSebutan pertama juga, dan pembaca belum tahu toko yang mana
3theStasiunnya dianggap sudah dipahami bersama, seperti pada a bank near the station
4TheSebutan kedua untuk pemuda yang sama
5aPalunya baru pertama muncul
6TheLayanan umum, sejalan dengan tell the police
7anNama pekerjaan selalu didahului a atau an, dan bunyi awal “e” adalah vokal
8theSistem transportasi umum, sejalan dengan how long does it take on the train
9tanpa artikelAdvice tak terhitung; kalau ingin dihitung, a piece of advice
10tanpa artikelHomework juga tak terhitung
11tanpa artikelPernyataan umum dengan nomina jamak
12theHanya ada satu bulan, jadi lawan bicara pasti tahu yang mana

Rumpang 9, 10, dan 11 adalah kelompok yang paling sering diisi padahal seharusnya dibiarkan kosong, dan ketiganya persis mewakili kebiasaan yang saya sebut di bagian sebelumnya. Rumpang 3 dan 8 paling sering diisi a, karena stasiun dan kereta pada paragraf itu memang belum pernah disebut. Yang menentukan bukanlah pernah disebut atau belum. Yang menentukan adalah apakah pembaca bisa langsung tahu yang mana.

Rumpang 4 layak diulang sekali lagi. Ia satu-satunya yang jawabannya berubah hanya karena rumpang 1 sudah lewat. Kalau paragrafnya dipotong dan kalimat itu berdiri sendiri, jawabannya akan jadi A young man.

Nama diri dan nama tempat: daftar pendek yang perlu dihafal

Kelompok ini tidak mengikuti tiga pertanyaan di atas dan memang harus dihafal, tetapi daftarnya pendek.

Tanpa theDengan the
Nama orang: William ShakespeareNama keluarga jamak: the Obamas
Nama kota dan sebagian besar negara: Paris, IndonesiaNegara berbentuk jamak atau deskriptif: the United States, the Netherlands
Gunung tunggal: Mont BlancRangkaian pegunungan: the Himalayas
Nama danauSungai, laut, samudra, terusan: the Amazon, the Atlantic Ocean, the Panama Canal
Surat kabar, organisasi, hotel: The Times, the United Nations, the Ritz

Pola di balik daftar ini cukup konsisten: nama tunggal yang berdiri sendiri tidak memakai the, sedangkan nama yang sebenarnya berupa deskripsi atau kumpulan memakainya. The United States memakai the karena namanya secara harfiah berarti “negara-negara yang bersatu”, sebuah deskripsi jamak.

Latihan lima menit yang bisa diulang tiap hari

Paragraf tadi hanya satu. Supaya berulang, buat sendiri: ambil satu paragraf pendek berbahasa Inggris dari sumber apa pun yang kamu percaya, misalnya berita atau dokumentasi teknis. Salin ke buku catatan, lalu hapus semua a, an, dan the. Tunggu satu hari, kembali ke catatan itu, dan isi kembali dari ingatan. Setelah itu bandingkan dengan aslinya.

Latihan ini bekerja lebih baik daripada soal pilihan ganda karena ia memaksa kita membaca konteks kalimat sekitarnya, dan konteks itulah yang menentukan jawaban pada pertanyaan pertama tadi. Soal pilihan ganda biasanya menyediakan konteks secukupnya, sehingga tidak melatih hal yang sebenarnya sulit.

Ukuran kemajuan yang saya pakai: pada percobaan pertama, kesalahan sepuluh sampai lima belas per paragraf itu normal. Kalau setelah dua minggu angkanya turun ke bawah lima, artikel sudah berhenti jadi masalah utama pada tulisanmu, dan waktumu lebih baik dipindahkan ke hal lain.

Artikel hanyalah satu dari beberapa hal yang bahasa Indonesia tidak punya dan bahasa Inggris tuntut. Empat lainnya, mulai dari penambahan -s sampai gender kata ganti, saya bahas berurutan di kesalahan tata bahasa yang khas penutur Indonesia. Kalau yang lebih sering menjatuhkanmu adalah pilihan kata dan bukan struktur, contoh yang paling jelas ada di pasangan borrow dan lend.

Sumber materi

British Council LearnEnglish, Articles a/an/the — aturan dasar termasuk kapan tanpa artikel
learnenglish.britishcouncil.org
British Council LearnEnglish, The definite article — pemakaian the untuk benda unik, superlatif, dan nama tempat
learnenglish.britishcouncil.org
British Council LearnEnglish, Uncount nouns — nomina tak terhitung yang tidak boleh didahului a atau an
learnenglish.britishcouncil.org

Pelajaran lain

  1. Kesalahan Grammar Bahasa Inggris Khas Orang Indonesia
  2. Kata Bahasa Inggris yang Sering Tertukar dan Sebabnya
  3. Partikel Bahasa Jepang Dasar dan Cara Memilihnya
  4. Perbedaan Banmal dan Jondaetmal serta Kapan Memakainya
  5. Perbedaan TOEFL ITP, TOEFL iBT, dan IELTS Terbaru
  6. Perbedaan Borrow dan Lend serta Loan dan Owe

Ditulis oleh Kevin Halim, diperbarui 15 September 2026. Saya mengajar tiga bahasa ke penutur Indonesia dan menyusun tiap pelajaran dari kesalahan yang paling sering saya temui di kelas, bukan dari urutan buku pelajaran. Kalau sebuah aturan punya pengecualian yang belum saya periksa, pengecualiannya saya tulis, bukan saya sembunyikan.