Beranda / Bahasa Inggris / Perbedaan Borrow dan Lend serta Loan dan Owe

Perbedaan Borrow dan Lend serta Loan dan Owe

Menghafal bahwa borrow berarti meminjam dan lend berarti meminjamkan adalah cara paling umum mengajarkan pasangan ini, dan menurut pengalaman saya cara itu justru yang membuatnya tidak menempel. Sebabnya sederhana: dalam bahasa Indonesia, “meminjam” dan “meminjamkan” hanya berbeda satu imbuhan, dan imbuhan itulah yang paling sering hilang saat kita berbicara cepat. Kalau bahasa Indonesianya sendiri gampang tergelincir, terjemahannya tidak bisa jadi pegangan.

Yang menempel adalah arah. Bayangkan anak panah kecil di setiap kalimat: ke mana barangnya bergerak, masuk ke arahmu atau keluar darimu.

Satu pertanyaan yang menyelesaikan hampir semua kasus

Merriam-Webster mendefinisikan borrow sebagai menerima sesuatu dengan niat mengembalikan barang yang sama atau yang setara, dan lend sebagai memberikan sesuatu untuk dipakai sementara dengan syarat dikembalikan. Dua definisi itu menggambarkan satu peristiwa yang sama dilihat dari dua ujung.

PertanyaanJawabanKata yang dipakai
Barangnya bergerak ke arah subjek kalimat?yaborrow
Barangnya bergerak menjauh dari subjek kalimat?yalend

Kuncinya ada pada frasa “subjek kalimat”, bukan “saya”. Kalau subjeknya orang lain, arahnya dihitung dari orang itu.

  1. I borrowed a laptop from the office.Saya meminjam laptop dari kantor. (laptop menuju saya)
  2. The office lent me a laptop.Kantor meminjamkan saya laptop. (laptop menjauh dari kantor)
  3. Rina borrowed my umbrella.Rina meminjam payung saya. (payung menuju Rina)
  4. I lent Rina my umbrella.Saya meminjamkan payung saya ke Rina. (payung menjauh dari saya)
  5. Can I borrow your charger?Boleh saya pinjam charger-mu?

Kalimat ketiga dan keempat menggambarkan peristiwa yang persis sama, hanya berganti sudut pandang. Kalau kamu bisa mengubah kalimat ketiga menjadi keempat tanpa berpikir lama, pasangan ini sudah selesai untukmu.

Pola kalimatnya juga berbeda, dan itu petunjuk tambahan

Selain arah, ada petunjuk kedua yang lebih mekanis: kata apa yang boleh langsung mengikuti verbanya.

Borrow diikuti barang, lalu sumbernya diperkenalkan dengan from. Susunan borrow someone something tidak ada.

Lend boleh diikuti dua objek berurutan, orang lalu barang, atau barang lalu to dan orangnya. Merriam-Webster mencontohkan keduanya: lend me your pen dan I lent our ladder to the neighbors.

PolaContohStatus
borrow + barang + from + orangI borrowed a pen from her.benar
borrow + orang + barangI borrowed her a pen.salah
lend + orang + barangShe lent me a pen.benar
lend + barang + to + orangShe lent a pen to me.benar
lend + barang + from + orangShe lent a pen from me.salah artinya

Baris kedua adalah bentuk salah yang paling sering saya temui di pesan kerja, biasanya muncul sebagai “Can you borrow me your charger?” Kalimat itu, kalau dibaca apa adanya, berarti “bisakah kamu meminjam charger-mu untukku”, yang tidak masuk akal.

Ada cara cepat memeriksanya: kalau setelah verbanya langsung muncul nama orang, verbanya pasti bukan borrow.

Delapan kalimat Indonesia untuk dipulangkan ke bahasa Inggris

Memilih jawaban dari daftar yang sudah tersedia terlalu mudah, karena bentuk yang benar sudah terpampang di depan mata. Menerjemahkan dari nol lebih jujur: kamu harus memutuskan arah dan pola kalimatnya sekaligus, persis seperti saat menulis pesan sungguhan. Tulis kedelapan kalimat berikut dalam bahasa Inggris, satu kalimat masing-masing, sebelum melihat versi saya.

  1. Saya meminjam laptop dari kantor.
  2. Kantor meminjamkan saya laptop.
  3. Rina meminjam payung saya.
  4. Saya meminjamkan payung saya ke Rina.
  5. Boleh saya pinjam charger-mu?
  6. Ayah saya meminjamkan mobilnya untuk akhir pekan.
  7. Saya mau pinjam buku dari kamu.
  8. Perpustakaan meminjamkan saya tiga buku.

Versi Inggris saya, dan tiga tempat orang biasanya tergelincir

  1. I borrowed a laptop from the office.
  2. The office lent me a laptop.
  3. Rina borrowed my umbrella.
  4. I lent Rina my umbrella. Boleh juga I lent my umbrella to Rina.
  5. Can I borrow your charger?
  6. My father lent me his car for the weekend.
  7. I want to borrow a book from you.
  8. The library lent me three books.

Tempat tergelincir yang pertama ada di nomor 7. Kalimat Indonesianya memakai kata “pinjam” tanpa imbuhan, sehingga tangan sering menulis lend karena kata itu terasa lebih sopan. Padahal bukunya bergerak menuju saya, dan itu selalu borrow.

Yang kedua ada di nomor 2 dan 8. Dua-duanya berpelaku bukan orang, dan begitu subjeknya berupa lembaga, arah lebih sulit dirasakan. Cara memeriksanya tetap sama: kantor dan perpustakaan melepas barang, jadi keduanya memakai lend.

Yang ketiga ada di nomor 4. Kalau kamu menulis I lent to Rina my umbrella, artinya masih tertangkap, tetapi susunannya tidak alami. Dua pola yang sah hanya lend + orang + barang atau lend + barang + to + orang, tanpa versi campuran.

Dua kata lain yang ikut mengacaukan: loan dan owe

Daftar tentang pasangan ini biasanya berhenti di dua kata. Padahal dalam pemakaian sehari-hari, dua kata lain sering muncul di kalimat yang sama, dan keduanya punya batas sendiri.

Loan. Banyak orang diajarkan bahwa loan hanya boleh jadi kata benda. Merriam-Webster membantah itu: loan sudah menjadi verba dalam bahasa Inggris selama sekitar tujuh ratus tahun, dan larangan yang beredar berasal dari seorang penulis tata bahasa abad kesembilan belas yang alasan etimologisnya kemudian terbantah. Batas yang benar bukan soal boleh atau tidak, tetapi soal jenis pemakaian: loan hanya bekerja untuk transaksi harfiah berupa uang atau benda, sedangkan pemakaian kiasan menuntut lend.

Owe. Kata ini masuk ke gambar ketika yang dibicarakan adalah utang yang belum dibayar, bukan peminjaman yang sedang berlangsung. Polanya mirip lend: bisa owe someone something atau owe something to someone.

KataArah dan maknaContoh
borrowmenerima, akan mengembalikanI borrowed 200,000 rupiah from my brother.
lendmemberikan, akan menerima kembaliMy brother lent me 200,000 rupiah.
loanmemberikan, terbatas pada uang dan bendaThe bank loaned us the money.
owemasih berutang, belum dibayarI still owe my brother 200,000 rupiah.

Empat kalimat di kolom kanan menggambarkan satu peristiwa yang sama pada tahap berbeda. Kalau kamu bisa menceritakan satu kejadian pinjam-meminjam memakai keempatnya berurutan, kamu sudah menguasai kelompok ini.

Lima contoh tambahan untuk membiasakan telinga:

  1. She’s always there to lend a hand.Dia selalu siap membantu. (kiasan, jadi harus lend, tidak boleh loan)
  2. They are glad to lend their support to worthy causes.Mereka senang memberikan dukungan pada tujuan yang baik. (kiasan)
  3. The bank wouldn’t lend us the money.Bank itu tidak mau meminjamkan kami uangnya. (harfiah, boleh juga loan)
  4. I owe you a favor.Saya berutang budi padamu.
  5. I owe my success to my teachers.Kesuksesan saya berkat guru-guru saya.

Kalimat kelima menunjukkan bahwa owe meluas jauh dari uang. Ia dipakai untuk apa pun yang kita rasa berutang, termasuk penjelasan, permintaan maaf, dan rasa terima kasih.

Satu pemeriksaan cepat untuk kelompok ini: kalau kalimatmu memuat loan sebagai verba, tanyakan apakah yang berpindah benar-benar uang atau benda. The bank loaned a hand to the small business terdengar rapi dan tetap salah, karena mengulurkan tangan adalah kiasan, dan kiasan menuntut lend. Sebaliknya they loaned us the equipment for two days aman, sebab peralatan adalah benda nyata.

Cara menempelkan polanya tanpa menghafal daftar

Latihan yang paling cepat berhasil untuk murid-murid saya bukan mengerjakan soal pilihan ganda, melainkan menceritakan satu kejadian nyata dari dua sisi. Ambil satu peristiwa pinjam-meminjam yang benar-benar pernah kamu alami minggu ini, lalu tulis dua kalimat: satu dari sudut pandangmu, satu dari sudut pandang orang lainnya.

Misalnya: I borrowed my roommate’s iron on Tuesday. dan My roommate lent me his iron on Tuesday. Kejadiannya satu, kalimatnya dua, dan yang berpindah hanyalah siapa yang jadi subjek.

Ulangi dengan lima kejadian berbeda, lalu tambahkan tahap ketiga memakai owe untuk kejadian yang belum selesai. Setelah lima belas kalimat semacam ini, pertanyaan “arahnya ke mana” akan berjalan sendiri sebelum kamu sempat memikirkan terjemahannya.

Pasangan borrow dan lend hanyalah satu contoh dari kelompok yang lebih besar: kata Inggris yang tertukar karena bahasa Indonesia menutupi perbedaannya. Kelompok itu punya beberapa anggota lain dengan pola yang mirip, dan saya susun peta lengkapnya di pengelompokan kata Inggris yang gampang tertukar. Satu hal lain yang juga tidak ada padanannya di bahasa kita, dan sama seringnya bikin tersandung, adalah artikel a, an, dan the.

Sumber materi

Merriam-Webster, entri borrow — makna menerima dengan niat mengembalikan dan pola borrow something from someone
merriam-webster.com
Merriam-Webster, entri lend — pola lend someone something dan lend something to someone
merriam-webster.com
Merriam-Webster, Should you use loan or lend? — status loan sebagai verba dan batas pemakaiannya
merriam-webster.com
Merriam-Webster, entri owe — pola owe someone something dan owe something to someone
merriam-webster.com

Pelajaran lain

  1. Kata Bahasa Inggris yang Sering Tertukar dan Sebabnya
  2. Kesalahan Grammar Bahasa Inggris Khas Orang Indonesia
  3. Partikel Bahasa Jepang Dasar dan Cara Memilihnya
  4. Perbedaan Banmal dan Jondaetmal serta Kapan Memakainya
  5. Perbedaan TOEFL ITP, TOEFL iBT, dan IELTS Terbaru
  6. Kapan Pakai A, An, The, dan Kapan Tanpa Artikel

Ditulis oleh Kevin Halim, diperbarui 15 September 2026. Saya mengajar tiga bahasa ke penutur Indonesia dan menyusun tiap pelajaran dari kesalahan yang paling sering saya temui di kelas, bukan dari urutan buku pelajaran. Kalau sebuah aturan punya pengecualian yang belum saya periksa, pengecualiannya saya tulis, bukan saya sembunyikan.